Jumat, Januari 21, 2011

Andai blog bisa berkata

Andai blog bisa berkata, mungkin dia akan berkata "Kenapa Entry-ku jarang di update?"
jawaban klasik "Belum sempat/sibuk nih"

sekian terima kasih... hahaha singkat padat jelas :)

Selanjutnya...

Sabtu, Oktober 16, 2010

Efek Sinyal Wi-Fi

Manfaat Wi-Fi (wireless fidelity) memang besar terutama untuk lalu lintas data. Namun bagaimana jika gara-gara Wi-Fi, penyakit autis yang menyerang otak bisa melanda?

Sinyal Wi-Fi disinyalir bisa mempercepat perkembangan penyakit autis pada anak-anak. Demikian diungkapkan dalam sebuah studi yang dibesut oleh lembaga Australasian Journal of Clinical Enviromental Medicine. Studi ini mengungkapkan hubungan antara teknologi wireless dengan autisme. Mereka melakukannya dengan mengadakan berbagai tes terhadap anak-anak autis pada tahun 2005 dan 2006.

"Radiasi elektromagnetis dari Wi-Fi kelihatannya menjebak unsur tertentu dalam otak dan menyebabkan gejala autisme pada anak makin meningkat," ungkap Dr. George Carlo, salah satu pembesut studi ini seperti dikutip detikINET dari EeTimes, Kamis (29/11/2007).

Sebelumnya, Dr George Carlo juga pernah meneliti bahwa penggunaan ponsel juga berpengaruh terhadap meningkatnya angka anak yang menderita autis. Gejala ini disebutnya mewabah di seluruh dunia.

Selanjutnya...

Minggu, November 09, 2008

Pembuatan Web Blog untuk seluruh siswa

Diwajibkan kepada seluruh siswa/siswi SMAN 2 Bandar Lampung untuk memiliki Web Blog, dan mendaftarkan alamat E-Mail beserta alamat Web Blog yang telah di buat ke Lab. Komputer SMAN 2 Bandar Lampung, sampai dengan tanggal 14 November 2008

Daftar siswa yang belum memiliki Web Blog :
XI IPA 1
1.

Selanjutnya...

Minggu, Juli 13, 2008

Pelatihan Administrator Website Sekolah

Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Lampung Cyber School Network, merupakan portal Sekolah di Provinsi Lampung. Portal sekolah ini menyediakan fasilitas yang memungkinkan semua pihak berkolaborasi guna peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung. Semua pihak termasuk Siswa, Siswi, Orang Tua, Guru, Kepala Sekolah, Dewan Sekolah dan pihak-pihak lain yang memiliki visi memajukan pendidikan dapat saling berbagi dalam portal ini.
Type rest of the post here

Selanjutnya...

Rabu, April 09, 2008

Tugas Remedial MID Semester



Mid Semester telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Jum'at 28 Maret 2008. Dari hasil ujian tersebut, terdapat beberapa siswa yang nilainya belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal = 70), siswa tersebut adalah :


Kelas XI IPA 1
1. Dwi Puspita Ningrum
2. Dyni Areta Ningrum
3. Harry Kurniawan
4. Hasna Afifah

Kelas XI IPA 2
1. Afrieto Mudjtahiddin
2. Alan Yudha Utama
3. Albertus Tyas Ga
4. Budi Raharjo
5. Danica Thea Marella
6. Magdalena Sihotang
7. Rifka Kurnia Ningsih

Kelas XI IPA 3
1. A Erich
2. Melani
3. Muhammad Yudi Pratama
4. Nur Ilman
5. Rahmad Saihendra

Kelas XI IPA 4
1. Destyan Shorea P
2. Dindy Agus Sumanjaya
3. Enisa Resti Wahyuni
4. Gadis Mahkota Negara
5. Monica Carolina S

Kelas XI IPA 5
1. Arief Arbenta
2. Aslina Putri Nunyai
3. Sutanto Pindias Putra
4. Yana Awita

Kelas XI IPA 6
1. Fikalia Utami
2. Made Utari Dwiyani
3. Nur Wahyu Ningsih
4. Sri Marlia

Kelas XI IPA 7
1. M. Widi Triyatno
2. Raden Putra
3. Reisa Agustin
4. Mas Muhammad Gibran
5. Rizki Palmina Maharani
6. Zikri Novandra Burni

Kelas XI IPS 1
1. Achmad Ridho Tama S
2. Artami Maulika Iksan
3. Dea Puspa Mandiri
4. Farah Aqiela
5. Hanisa Windriana
6. Hening Kartika Nudya
7. Marichel
8. Nara Cipta Resmi
9. Nugrahardini Sekar Maharsi
10. Ponco Prayugo Kesuma
11. Ragil Aprilnadi
12. Rezita Afifa
13. Sandezthira Hakim Almatim
14. Shinta Permatasari
15. Sidarta Putra Dharma
16. Taufiqurrahman
17. Tiara Putri
18. Yeniceandaresa Lugan

Kelas XI IPS 2
1. Aditya Wicaksono
2. Angga D. Wiranata
3. Anton Haposan Panjaitan
4. Apri Anita Sari
5. Ario Pandawa
6. Arton Sena
7. Dikara Kirana
8. Dimas Fizari Putra
9. Gebby Rachedia
10. Goestyari Kurnia Amantha
11. Henov Iqbal As Sidiq
12. Khadijah
13. Lintang Puspita Ramadani
14. Luke Rahmandika
15. Martha Ardianto
16. Rahmat Fajrin Islamy Ayogo
17. Renita Angraini
18. Resty Pratiska
19. Ria Mutia
20. Ricko Adi Putra
21. Rico Adi Fasla
22. Zulfirman Jaya

Kelas XI IPS 3
1. Achmad Rozali
2. Arief Munandar Zs
3. Arya Nadra
4. Gunadi Julianto Nugraha
5. Indra Ferian
6. M. Defta Sadeli
7. Oscar Haries Tanto
8. Putri Eka Rahim
9. Riski Syandri Pratama
10. Sulistyo Ari Wibowo
11. Syapri Rijal
12. Tyas Hantia Febiani
13. Welia Marta
14. Yanuar Gracio Kristy

Tugas yang harus diselesaikan adalah :

1. Pada bagian soal yang salah, buatlah kembali soal lain yang sesuai dengan materi tersebut, beserta jawabannya,

2. Tidak di perkenankan copy paste dalam pembuatan tugas tersebut, yang masih copy paste, maka nilainya dibagi bersama,

3. Kumpulkan dalam bentuk print out, paling lambat hari Rabu 16 April 2008 Pukul 16.00 WIB

(sebelumnya di umumkan paling lambat hari selasa tetapi karena pada hari itu Ibu akan Outbond dengan siswa XI IPS, maka pengumpulan tugas di undur sampai dengan hari rabu)

Hasil Ujian telah dibagikan ke seluruh siswa, tetapi masih saja ada beberapa siswa yang bilang "Bu... kertas saya hilang dan lain-lain, ada yang hilang dengan sengaja dan ada yang tidak, entah apa sebabnya.

Untuk mengetahui bagian mana saya dari soal tersebut yang harus di perbaiki, Silahkan klik link berikut : Analisis MID 2008

Selamat mengerjakan ...

Heny.Pranastuti@gmail.com


Selanjutnya...

Selasa, Maret 11, 2008

Berfikir Baik dan Benar

  • Berfikir adalah berbicara dengan diri sendiri mempertimbangkan, menganalisa dan membuktikan, bertanya mengapa dan untuk apa sesuatu terjadi.
  • Orang yang berbahagia dan tenteram hidupnya ialah orang yang memikirkan setiap langkahnya secara akal sehat.

Dalam sajian tulisan ini penulis berusaha memfokuskan pada sikap perilaku SDM agar mampu berpikir dengan baik dan benar, sehingga dalam melaksanakan perannya dapat mengubah sikap yang berorientasi pada pelayanan masyarakat secara prima dan transparan sesuai dengan agenda-agenda reformasi.

Alur pikir tersebut di atas, merupakan suatu pendekatan dalam menulis. Namun, sebelum membahas upaya-upaya berpikir baik dan benar sesuai dengan judul di atas, terlebih dahulu penulis mengulas tentang manusia, berpikir, berpikir logis dan berpikir positif yang semuanya itu erat kaitannya dengan judul tulisan ini.

MANUSIA

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang dilengkapi dengan akal dan pikiran. Tanpa akal manusia tidak akan bisa membuat waduk/bendungan, jalan dan jembatan, rumah-rumah bertingkat dan sebagainya. Hanya dengan akal dan pikiran, manusia dapat berubah taraf kehidupannya dari tradisional, berkembang dan mengikuti perkembangan sampai dengan modern.

Namun, manusia tidak pernah puas dengan keadaan yang ada, mereka selalu ingin mengubah keadaan tersebut. Ketidakpuasannya menimbulkan perubahan-perubahan sehingga tercipta dunia maju.

Manusia pada umumnya selalu menghadapi berbagai masalah. Semua itu dapat diatasi, apabila ia mau berpikir yang benar. Demikian pula dilingkungan aparatur. Setiap pimpinan, baik tingkat atas maupun bawah pasti akan menghadapi berbagai masalah. Apabila jika yang dihadapi masalah-masalah yang sulit dan sangat rumit, untuk mengatasinya sangat diperlukan akal dan pikiran yang sehat.

APA BERPIKIR ITU ?

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut di atas, tentu diperlukan akal untuk berpikir secara benar. Berpikir adalah berbicara dengan diri kita sendiri, dalam batin kita, perlu mempertimbangkan, menganalisis, membuktikan sesuatu dengan masing-masing, tertentu, lalu bertanya mengapa dan untuk apa sesuatu terjadi. Orang mengatakan berpikir yang baik adalah berpikir logis.

BERPIKIR LOGIS

Berpikir secara logis atau berpikir dengan penalaran ialah berpikir tepat dan benar yang memerlukan kerja otak dan akal sesuai dengan ilmu-ilmu logika. Setiap apa yang akan diperbuat hendaknya disesuaikan dengan keadaan yang ada pada dirinya masing-masing. Jika hal tersebut sesuai dengan kenyataan dan apabila dikerjakan mendapat keuntungan, maka segera dilaksanakan.

Seandainya ada pengusaha mempunyai pikiran ingin membangun permukiman di atas sawah yang subur dan sawah tersebut telah ada jaringan irigasi teknis yang bisa dihandalkan, maka sebaiknya niat pengusaha itu digagalkan saja. Jika dilaksanakan dapat menyalahi aturan tata ruang, meresahkan petani, mengurangi lapangan kerja, dan yang paling membahayakan jika mengakibatkan timbulnya kelaparan.

Berpikir dengan cara penalaran atau berpikir logis, selain memikirkan diri kita sendiri juga harus memperhatikan lingkungan. Berpikir secara logis adalah berpikir tentang akibat yang tidak terbawa emosi.

Seandainya keinginan itu telah membara, namun tidak mengukur kekuatan kita sendiri, akhirnya berakibat buruk. Itulah sebabnya, mengapa seorang yang telah berhasil tiba-tiba mengalami depresi yang luar biasa, saat mengalami kemerosotan kekayaannya dan bahkan jiwanyapun terpengaruh juga.

Seharusnya seorang tidak atau jangan yakin dengan kebenaran yang telah dipikirkan sebelum menarik kesimpulan, lebih tepat jika gagasan yang dianggap benar itu lebih dahulu dilontarkan kepada orang lain yang dapat dipercaya. Mereka yang bisa dipercaya dapat dimintai penilaian benar atau tidaknya anggapan itu. Saran-saran orang lain sangat membantu dalam mencintai kebenaran berpikir.

Sebaiknya orang tersebut mengupayakan kesimpulan yang bersifat sungguh-sungguh, pasti, tidak ada pengaruh luar yang dapat mengguncang, mengganggu, mempengaruhi jalan pikiran atau kepastian dari kesimpulan. Suatu kesimpulan itu pasti, apabila kita tahu dengan pasti tanpa ragu-ragu bahwa kesimpulan yang kita tarik itu benar dan kesimpulan yang mengatakan sebaliknya itu salah.

BERPIKIR POSITIF

Pada umumnya manusia akan menyimpan rasa tidak enak, apabila dirinya dihina dan diejek orang lain. Kemudian timbul rasa benci terhadap mereka, tidak mudah melupakan atau memaafkan. Akan tetapi bagi orang yang berpikir positif dan kreatif, dia tidak ambil peduli dengan hinaan, menurut mereka masih banyak kegiatan-kegiatan lain yang perlu pemikiran, lagi pula mengapa harus memikirkan sesuatu hal yang sepele (emang gue pikirin, bahasa betawinya).

Jika Anda benci terhadap musuh, sebenarnya Anda telah memberi mereka suatu kekuatan untuk menyerang Anda. Karena kebencian dan dendam itu membuat Anda sah, tidak bisa tidur, hati berdebar-debar, denyut jantung semakin mengeras dan serba salah.

Kebencian Anda terhadap mereka sama sekali tidak akan melukai hati mereka, tetapi malahan sebaliknya kebencian dan kecemasan Anda itu akan mempengaruhi ketegangan jiwa Anda. Jadi membenci lawan berarti menciptakan suasana pikiran yang tidak tenteram bagi diri sendiri. Hal ini tidak akan bermanfaat sedikitpun bagi kita, bahkan kita dibuat lesu, cemas, gugup, dan perasaan serba tidak enak serta yang akan rugi kita sendiri.

UPAYA BERPIKIR SECARA BAIK DAN BENAR

Biasanya orang yang sedang marah atau kalap, tidak dapat berpikir secara akal sehat dan tanpa berpikir secara penalaran, sehingga dalam keadaan seperti ini akal akan dikalahkan oleh emosi yang meledak. Manusia yang marah pasti tanpa adanya kesadaran dan keseimbangan pikiran. Pada akhirnya suatu saat dia akan kecewa oleh tingkahnya sendiri.

Orang yang berbahagia dan tenteram hidupnya ialah orang yang memikirkan setiap langkahnya secara akal sehat. Dia melihat kemampuan dirinya dan selalu menarik kesimpulan dari pertimbangan-pertimbangan dengan akal sehat (rasional)

Dibawah ini merupakan suatu upaya bagaimana berpikir baik dan benar dengan melakukan cara penalaran, yang konon bisa dipelajari :

*

Harus berpikir secara kritis, hal ini dilakukan agar apabila ada sesuatu keterangan yang tidak atau belum pasti hendaknya jangan dipercaya begitu saja.
*

Sebelum bertindak sebaiknya harus berpikir lebih dahulu untuk beberapa saat (konsentrasi).
*

Pandangan harus lebih luas daripada pikiran kita sendiri, sehingga harus waspada terhadap prasangka-prasangka sendiri. Jangan menganggap benar apa yang kita sukai dan menolak apa yang kita benci.
*

Berpikir dua kali dan jangan gegabah mengambil keputusan atau mengemukakan pendapat seakan-akan kebenaran mutlak/terlalu berani tanpa perhitungan.
*

Bersikap terbuka, mungkin pendapat kita dibenarkan/dikoreksi atau ditinggalkan sama sekali atas dasar informasi yang benar.
*

Hendaknya kita berpikir dalam jangka panjang dan berpandangan luas.
*

Kita harus bersikap kritis terhadap apa yang dikemukakan oleh orang lain, untuk check and recheck juga terhadap pendapat sendiri.
*

Kita wajib bersikap optimis, mencari segi-segi positif dalam segala hal dan berdiskusi juga dalam hal berpikir, serta bersikap simpatik terhadap orang lain.
*

Harus bertaqwa, karena taqwa itu sendiri adalah merupakan sumber kejujuran. Dengan bertaqwa tentunya akan diikuti oleh kewibawaan.
*

Bersikap jujur, orang banyak belajar dari kesalahannya sendiri, asal disadari dan diakuinya.
*

Harus belajar terus-menerus
*

Bekerja dengan hatinurani yang tulus dan berpikir secara teratur dan berencana, agar mampu tampil secara profesional.

KESIMPULAN

Membangun pemerintahan yang "Good Governance" sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku aparatur. Untuk itu, bagi setiap aparatur harus berusaha agar dapat berpikir secara baik dan benar. Hal ini dapat dilakukan, asalkan ada niat dan kemauan yang keras untuk melaksanakan upaya-upaya berpikir secara baik dan benar dengan suatu penalaran.

Akhirnya, apabila Aparatur Pemerintah mampu memahami dan mengamalkan kemampuannya berpikir secara baik dan benar, Insya Allah pemerintahan yang "Good Governance" akan terwujud.

Daftar Pustaka

1.

Baharuddin Lopa, Puasa dan Kejujuran, Editor Nur Acmad, Muhamad Ridhwan, Penerbit Buku Kompas, November 2000;
2.

Ir. Dargono Danoeprawiro, Dipl.HE., Good Governance, Buletin Pengawasan No. 23 & 24 Tahun 2000;
3.

Ir. Erna Witoelar, M.Si. (Menteri Kimpraswil), Pidato pada Upacara 17 Agustus 2000, Buletin Pengawasan No. 23 & 24 Tahun 2000;
4.

.........., Pidato pada Upacara 3 Desember 2000, Buletin Pengawasan No. 25 & 26 Tahun 2001;
5.

JB Soepardi, Kiat Berpikir yang Benar, Dharma Wanita No. 120 Tahun 1999;
6.

Haryanati Ruhmana, Butir-Butir Jawa, terbit 26 Desember 1987.

Oleh: Drs. Suparno

Buletin Pengawasan No. 28 & 29 Th. 2001

Selanjutnya...